Minggu, 20 Juni 2010

Profil Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah

PROFIL

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM HUSNUL KHOTIMAH

MUKADDIMAH

Yayasan Husnul Khotimah adalah Lembaga wakaf, diwakafkan oleh salah satu pendirinya yaitu H. Sahal Suhana, SH dan keluarga, berdiri pada tahun 1994, sejak awal didirikannya telah konsentrasi di bidang pendidikan dengan menyelenggarakan Sekolah/Madrasah tingkat Tsanawiyah dan Aliyah, hal ini dilakukan dalam rangka mencerdaskan bangsa dan turut serta mensukseskan dunia pendidikan di Negeri yang tercinta ini.

Alhamdulillah, sejak awal animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren Husnul Khotimah sangatlah besar, bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun, mereka bukan saja datang dari penjuru tanah air Indonesia tercinta ini, akan tetapi juga dari Asia tenggara. Maka dengan jumlah peminat yang begitu besar, Pesantren perlu melakukan seleksi masuk pada setiap penerimaan calon santri-santrinya. Dan sekarang Pesantren telah mengeluarkan lebih dari 1000 alumni yang melanjutkan pendidikannya di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dalam dan luar negeri, bahkan tidak sedikit dari mereka telah mengabdikan dirinya di masyarakat.

Didorong oleh besarnya harapan dan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap para Muwajjihin-muwajjihat yang berkafa’ah memadai, diantaranya disampaikan oleh para wali santri agar Pondok Pesantren Husnul Khotimah menyelenggarakan Sekolah Tinggi untuk kelanjutan pembinaan dan pendidikan putra-putri mereka yang telah tamat Madrasah Aliyah, dan besarnya jumlah alumni yang rata-ratanya mencapai 180 santri pertahun serta sadar akan potensinya berupa SDM maupun sarana dan prasarana yang dimilikinya, maka dengan bertawakkal kepada Allah SWT, mulai tahun akademik 2010 ini, Yayasan Husnul Khotimah menyelenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah (STIA HK) sekaligus membuka pendaftaran mahasiswa baru yang diawali dengan Program Studi Tarbiyah Islamiyah (Pendidikan Agama Islam).

PROSES PENDIRIAN

Eksistensi Pondok Pesantren Husnul Khotimah dan manfaat keberadaannya sangat dirasakan oleh masyarakat sejak 16 tahun yang lalu dalam melahirkan generasi rabbani yakni menjadi kader dakwah yang handal dalam menyebarkan nilai-nilai Islami di masyarakat. Dan Alhamdulillah perkembangan jumlah peminatnya semakin pesat yang menunjukkan besarnya kepercayaan para orang tua dalam mendidik putra-putrinya dengan menyerahkan mereka untuk dibina di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, maka dengan besarnya kepercayaan itu mendorong Yayasan untuk mendirikan Perguruan tinggi yang merupakan lembaga baru kelanjutan dari Madrasah Aliyah Husnul Khotimah. Lembaga baru ini dalam proses pendiriaannya diamanahkan kepada Divisi Perguruan Tinggi yang diketuai oleh Ustadz Moh. Sabiqin Abd. Shomad, Lc dan dibantu oleh Ustadz Elfa Robi, Lc selaku Sekretaris Divisi. Dan dalam proses pendiriannya dilakukan melalui beberapa tahap antara lain:

Tahap I : Komunikasi dan Konsultasi

Mengingat bahwa amanat mendirikan perguruan tinggi merupakan tugas besar, maka perlu dukungan dan arahan berbagai pihak terutama dari para petinggi Yayasan baik dewan pembina, pengawas dan pengurusnya maupun secara khusus dari yang menjadi pengarah untuk pendirian Sekolah Tinggi yaitu salah satu anggota dewan pembina Yayasan, yakni: Ustadz Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail, MA. Maka setelah dikukuhkannya divisi perguruan tinggi ini langsung ditindaklanjuti dengan silaturrahim kepada beliau pada tanggal 29 April 2010 untuk konsultasi dan diskusi tentang Sekolah Tinggi, dan di antara hasilnya adalah proposal tentang ijin pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah harus segera disusun dan segera diajukan kepada pemerintah cq. Dikti agar segera mendapatkan legalitas formal, dan hendaknya melakukan study banding ke Perguruan Tinggi yang belum lama mengurus perizinannya.

Tahap II : Studi Banding

Studi banding mutlak diperlukan karena mendirikan perguruan tinggi yang resmi dan memiliki legalitas formal dari Pemerintah bukan pekerjaan mudah namun perlu disiapkan dengan matang untuk mendapatkan perijinannya, maka di antara lembaga yang telah disilaturrahimi oleh Divisi adalah STAI An Nu’aimy, STIDA Al Manar dan STAI Al Qudwah dan lain-lain, dan diantara hasilnya adalah bahwa kami mendapatkan pencerahan dan pengalaman Sekolah-sekolah tinggi yang telah berjalan serta mekanisme dan lika-liku pengajuan proposal perizinan resmi bahkan dukungan dan motivasi agar Yayasan Husnul Khotimah segera mendirikan Sekolah tinggi karena kaderisasi ulama di Indonesia bahkan Asia tenggara ini masih sangan lemah dan prosentase muwajjihin/muwajjihat dibandingkan dengan jumlah penduduk sangatlah tidak rasional.

Tahap III : Sosialisasi dan Dimulainya Perkuliahan

Mengingat Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah merupakan lembaga yang baru akan lahir, maka mutlak diperlukan sosialisasi, maka kami melakukan sosialisasi yang diantaranya dengan silaturrahim sekaligus rekrutmen tenaga dosen dan membuat brosur pendaftaran. Di sini kami sampaikan bahwa masa pendaftaran untuk angkatan perdana ini dimulai dari tanggal 1 Juli s.d. 21 Agustus 2010. Adapun kegiatan perkuliahan akan dimulai pada tanggal 20 September 2010,

Tahap IV: Proposal pendirian

Proposal yang akan diajukan ke Departemen Agama, khususnya ke Direktorat Pendidikan Tinggi Islam nanti berisi hasil studi kelayakan meliputi kelayakan akademik dan administratif seperti: tentang adanya prospek pekerjaan yang nyata bagi lulusan, kepastian keberlanjutan pembiayaan, peta lingkungan perguruan tinggi sejenis di wilayah CIAYUMAJAKUNING serta ketersediaan sumber daya pendidikan tinggi sebagai jaminan layanan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas dan bermutu. Proposal juga menyebutkan rencana pengembangan program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang Sekolah Tinggi selain tentunya STATUTA Sekolah Tinggi dan lain sebagainya.

VISI DAN MISI

Visi

Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan keilmuan Islam yang unggul dan kompetitif, serta menjadi kontributor terdepan dalam mencetak ulama yang berpengetahuan luas dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Misi

· Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam yang memiliki keunggulan dan daya saing, untuk menyiapkan ulama dan sumber daya manusia yang profesional, kredibel dan kapabel.

· Mengembangkan penelitian dan pengembangan bidang ilmu-ilmu keislaman yang relevan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

· Mengembangkan pola pemberdayaan masyarakat muslim dalam meningkatkan kecerdasan dan moralitas bangsa.

TUJUAN

Lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah diharapkan :

1. Memiliki kemampuan mengajarkan tilawah Al-Qur’an yang baik dan benar (itqon).

2. Hafal minimal 5 juz Al-Qur’an dengan lancar dan memahami tafsirnya.

3. Mencetak kader yang handal, berpengetahuan luas dan berwawasan global.

4. Mahir berkomunikasi dan mampu membuat karya tulis dengan bahasa Arab dengan baik dan benar.

5. Memiliki semangat keislaman (ghiroh Islamiyah) yang tinggi dalam memperbaiki bangsa dan negaranya.

JURUSAN DAN PROGRAM STUDI (PRODI)

Di awal berdirinya sekolah tinggi ini baru akan membuka satu jurusan yaitu Tarbiyah dengan program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), prodi ini dijadikan prioritas karena sejalan dengan motto Pesantren Husnul Khotimah yakni Lembaga Pendidikan berbasis Dakwah dan Tarbiyah. Semua sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan prodi ini telah tersedia dan diharapkan semakin dapat menghidupkan jawwul ‘ilmi dan tarbawi di Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

KURIKULUM

Kurikulum Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah akan mempergunakan kurikulum standard nasional yang dipadukan dengan kurikulum kekhususan internal Husnul Khotimah seperti Tahfidz Al Quran, Studi Bahasa Arab Intensif dan Manhaj Halaqah Tarbawiyah.

PIMPINAN SEKOLAH TINGGI

Ketua : Prof. Dr. KH. Achmad Satori Ismail, MA

Ketua Jurusan Tarbiyah : KH. Abdul Rosyid, Lc, M.Ag.

Ketua Prodi (PAI) : Alfan Syafi’i, Lc, M.Pd.I

Sekretaris : Elfa Robi, Lc.

CALON DOSEN

Tenaga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah adalah SDM yang profesional di bidangnya, mereka berasal dari internal Yayasan dari dewan pembina, pengawas, pengurus harian serta pegawai Yayasan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, maupun eksternal Yayasan dari para dosen profesional yang ada di wilayah CIAYUMAJAKUNING yakni Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan, maupun dari daerah lain. Tenaga dosen yang direkrut terdiri dari dosen tetap, tidak tetap dan luar biasa.

CALON MAHASISWA

Antusias masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di Pondok Pesantren Husnul Khotimah menjadi daya dukung yang kuat dalam mensukseskan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah, hal ini menjadi poin positif bagi pengembangan Pondok Pesantren untuk membuka jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga yayasan sangat optimis jika minat masyarakat untuk menjadi mahasiswa sangat besar sebagaimana minat mereka untuk belajar di jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Husnul Khotimah, maka calon mahasiswa yang utama adalah para alumninya.

PENUTUP

Demikian profil singkat Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan sekilas gambaran tentang sekolah tinggi yang akan diselenggarakan Yayasan Husnul Khotimah, dengan harapan semoga semua pihak khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Husnul Khotimah baik civitas akademikanya dan alumni-alumninya serta para wali-santri semuanya memberikan dukungan baik moril maupun materiel demi suksesnya pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Husnul Khotimah. Dan akhirnya semoga Allah SWT memberikan bimbingan kami para pengelolanya untuk membawa Sekolah Tinggi ini menuju visi misi yang dicita-citakan demi pengabdian untuk mendapat ridho-Nya. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar